Friday, March 20, 2009

Opini Teknologi Informatika

Edfri Weuren Dauhan
1307012

Opini tentang Teknologi informatika saya membahas tentang max3 xpress.

zaman sekarang, seiring dengan semakin banyaknya permintaan masyarakat terhadap internet membuat perusahaan-perusahaan penyedia layanan jasa internet bersaing memberikan yang terbaik untuk pelanggan-pelanggannya. salah satu masalah yang sampai sekarang adalah dibutuhkannya layanan koneksi internet yang cepat. Dan Max3 xpress untuk saat ini dapat menangani masalah koneksi internet anda yang kurang baik.
Max3 xpress adalah layanan broadband internet unlimited terbaru yang memungkinkan anda untuk dapat melakukan non-stop browsing, download, bermain game dan apapun juga yang Anda inginkan dari Internet.

Max3 xpress menggunakan jaringan Fiber Optic atau serat optik (media transmisi paling canggih saat ini yang menggunakan cahaya sebagai media pengiriman data). Max3 xpress diluncurkan oleh perusahaan Biznet Networks. Biznet Networks adalah sebuah perusahaan telekomunikasi paling inovatif di Indonesia.
Kecepatan Max3 xpress dapat mencapai 15 Mbps dan dapat ditingkatkan samapi dengan 100 Mbps, kecepatan koneksi ini dapat didistibusikan melalui Broadband Router. Jelas jika dibandingkan dengan kecepatan untuk Dial Up (40 Kbps), ADSL (384 Kbps), Wireless 3G (3 Mbps), Max3 jauh lebih unggul dibandingkan dengan dengan koneksi internet sebelum-sebelumnya.

Kelebihan lainnya adalah Sistem Max3 berupa prabayar atau prepaid sehingga kita tidak perlu was-was untuk membayar kalau misalnya kelebihan quota. Namun kelemahannya, karena memakai media transmisi fiber optic, cakupan daerah untuk Max3 xpress dibatasi hanya untuk daerah-daerah tertentu saja. Pemasangannya juga cukup rumit tergantung lokasi anda berada. Fiber optic yang berada dalam tanah akan digali dan akan disambungkan kerumah anda. Diperlukan juga ONT (Optical Network Terminal) yang berfungsi untuk menkonversi dari transmisi Fiber Optic ke kabel Ethernet UTP.
Kemajuan teknologi ini mungkin akan memotivasi perusahaan perusahaan lain untuk membuat produk yang lebih bagus lagi. Kita tinggal tunggu saja....

Opini Industri Telematika di Indonesia

Edfri Weuren Dauhan
1307012

Menurut saya perkembangan telematika menjadi salah satu elemen atau divisi sebuah industri yg perkembangannya sangat pesat, karena setiap alat atau produksi dari telematika bersingggungan langsung dengan rakyat dan tentu saja sangat dibutuhkan oleh rakyat. Perkembangan ini juga tidak mengenal batas waktu. Dengan kata lain selalu berkembang dari hari ke hari, selalu ada inovasi-inovasi baru yang muncul.

Perkembangan yang terjadi pada hasil-hasil industri telematika dilakukan demi memenuhi kebutuhan dan kemudahan masyarakat. Kita ambil contoh Handphone dan komputer yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran komunikasi, pekerjaan dan segala aktivitas manusia. Bidang media juga sangat berkembang. Berita-berita diseluruh dunia bisa di akses lewat televisi atupun internet. Masyarakat sekarang lebih memfokuskan diri pada efisiensi waktu, tenaga, dan biaya.

Dengan adanya kemajuan teknologi yg semakin pesat, Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang berkembang, pasti akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia yang ada.

Saat industri-industri Telematika mulai memiliki pengaruh yang besar dibeberapa negara besar, Indonesia mulai menaruh perhatian di bagian Telematika. kenapa? karena terbukti, industri telematika bisa membawa dampak atau perubahan yang besar pada suatu negara. Negara-negara maju sekarang bisa dilihat dari perkembangan telematika mereka. Misalnya Amerika, Japan dan lain-lain.

issu BTS

ANDREW OROH
1308021

BTS Bersama Bikin Efisien dan Akur

Perang tarif pulsa antaroperator seluler memang sengit. Tapi bukan berarti sesama operator itu tak bisa akur. Kini, mereka akan akur yakni dalam hal penggunaan menara bersama sesama operator seluler. Langkah itu dijalankan menyusul terbitnya regulasi mengenai penggunaan bersama BTS (Base Transceiver Station) bersama.

Regulasi BTS bersama ini dikeluarkan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dengan tujuan mendorong efisiensi kerja para operator. “Regulasi tentang penggunaan BTS bersama ini adalah salah satu kebijakan untuk mendorong para operator dapat melakukan tindakan efisiensi internal yang masih satu paket dengan regulasi tarif interkoneksi. Kebijakan penurunan tarif interkoneksi ini bukan kebijakan terpisah, tetapi sebuah kebijakan yang terencana dan menjadi satu kesatuan dengan berbagai rencana pemerintah berkait dengan upaya mendorong efisiensi kerja operator. Karena itu kebijakan-kebijakan yang dinilai akan menghambat proses efisiensi operator akan dikaji,” kata Menkominfo Mohammad Nuh beberapa waktu lalu.

Apalagi, di daerah soal keberadaan BTS yang marak bertebaran di beberapa tempat dalam jarak yang pendek juga sering diributkan dan menimbulkan protes. Bukan saja dari pemerintah daerah karena mengganggu tata ruang kota, tetapi protes juga sering datang dari masyarakat. Maka tak ayal banyak kejadian BTS dirobohkan warga dan kasus lainnya. Untuk menekan biaya pemasangan BTS yang cukup mahal, maka para operator harus saling bekerja sama dalam membangun tower bersama. Dengan pemakaian tower bersama tersebut, maka akan mengurangi jumlah BTS yang sering diprotes karena tata letaknya yang tak beraturan. Di daerah pun, para pelaku operator harus siap-siap berkolaborasi menjalankan regulasi operator bersama tersebut.

Djoko Aryono, Public Relations Indosat Solo, kepada Joglosemar mengatakan, pemakaian tower bersama tersebut sangat menguntungkan pihak operator. “Dengan pemakaian satu BTS untuk dimanfaatkan secara bersama-sama, baik dengan operator GSM maupun CDMA, maka akan lebih efisien. Sehingga tidak akan banyak pohon tower berdiri. Dan tentunya mengurangi polemik di tingkat masyarakat,” katanya.
Memang, kebijakan pemakaian BTS bersama sudah bergulir semenjak tahun 2007 kemarin. Dan perturan tersebut, merupakan kebijakan dari Dirjen Postel. Kemudian, untuk penerapan peraturan tersebut, akan diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah, dengan ketetapan. “Peraturan tersebut tergantung dari masing-masing pemerintah kabupaten maupun kota,” jelasnya.

Dengan adanya peraturan tersebut, maka sampai sekarang ini pihak Indosat baru menjalin kerja sama dengan pihak operator XL. Terjalinnya kerja sama penggunaan BTS bersama tersebut, ternyata sampai saat ini baru terdapat dua titik, yakni Pengging dan Manyaran. Namun, ia tidak memungkiri jika ke depan, pasti akan banyak operator yang menggunakan BTS bersama. “Sekarang para operator sedang melakukan survey progress,” paparnya. Sementara itu, Atiek Susanti, Area Sales Officer Coordinator Solo, mengakui jika pihak XL memang melakukan kerja sama dengan operator lain dalam menggunakan BTS bersama.
Adapun, operator yang bekerja sama dengan XL, yakni Fren dan Indosat. Namun, ketika ditanyai mengenai jumlah persisnya keberadaan BTS bersama, ia tidak begitu tahu berapa jumlah tepatnya. “Maaf saya kurang tahu, berapa jumlah BTS bersama yang ada di Solo,” ucapnya. Operator Ceria pun juga melakukan telah melakukan hal yang sama. Seperti dikatakan Ari Bobo, Asisstant Marketing Officer operator telekomunikasi Ceria milik PT. Sampoerna Telekomunikasi kepada Joglosemar, Rabu (13/8).

Ia mengatakan, Ceria telah melakukan kerja sama dengan pihak operator lain, khususnya dalam menyelenggarakan pemakaian BTS bersama. Adapun BTS bersama yang dimiliki oleh Ceria, ada sekitar 14 titik yang ada di seluruh wilayah Surakarta.
“Untuk Solo ada dua titik, Sragen dua titik, Boyolali dua titik, Karanganyar satu titik, Wonogiri dua titik, Klaten dua titik dan beberapa titik lainnya,” ujarnya.

Disinggung mengenai siapa saja operator yang melakukan kerja sama dalam menggunakan BTS bersama, ia mengakui jika operator telekomunikasi XL dan Fren yang telah menjalin kerja sama. “Ada beberapa BTS yang memang milik Ceria sendiri,” akunya. Dengan adanya BTS bersama, maka ia mengakui jika penggunaannya lebih efisien. Karena, tidak perlu membangun sendiri BTS tersebut. Pasalnya, kalau membangun BTS sendiri membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagai gambaran, satu BTS bisa menghabiskan biaya sebanyak Rp 1 miliar. Selain itu, biasanya dalam mendirikan BTS, pastinya akan memperhatikan berbagai aspek, seperti halnya aspek Amdal, lingkungan maupun masyarakat itu sendiri. Untuk itu, dengan adanya pemakaian BTS bersama, maka akan lebih efisien

tugas opini teknologi informatik

ANDREW OROH
1308021

Teknologi Komunikasi Tanpa Kabel

Pengantar

Tulisan kali ini adalah bagian dari serangkaian tulisan mengenai teknologi komunikasi tanpa kabel yang lagi berkembang pesat dewasa ini. Tujuan penulisan hanya untuk sharing knowledge maupun pengalaman bagi teman-teman sekampung halaman untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menggurui ataupun mengajari teman-teman semua, melainkan sumbangan pemikiran atas kepedulian putra daerah Prabumulih untuk memajukan kampung halamannya. Jika respon positif yang timbul dari tulisan ini maka penulis akan membuat tulisan ini per episode yang akan mengupas teknologi komunikasi tanpa kabel. Jika tidak ada atau responnya negative maka tulisan ini hanya sampai disini saja.

Kita tidak mau kan hanya menjadi pengguna handphone tanpa tau apa yang menyebabkan hanphone kita bisa berdering. Tulisan ini mengajak kita mengenal dunia maya yang kita rasakan keberadaan nya sebagai sarana telekomunikasi tercanggih saat ini. Sudah selaiknya kita mengetahui apa saja yang menjadi elemen network GSM ( Global System for Mobile communication). Apa dan bagaimana telekomunikasi bergerak seluler terjadi? Akan terjawab dalam tulisan ini . Jadi, ikuti terus ya!


Untuk memenuhi kebutuhan manusia berkomunikasi kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun, sistem telekomunikasi bergerak seluler diciptakan dan telah digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Awalnya, memang seperti suatu keajaiban, jika orang bisa berbicara ke orang di belahan benua lain dengan telepon tanpa kabel. Orang awam kebanyakan bertanya, "Koq bisa nyambung? Pakai apa ya?"

Itulah ajaibnya telekomunikasi bergerak seluler. Dibalik keajaiban itu ternyata ada jawaban logis, bahwa komunikasi/hubungan dapat terjadi dengan menggunakan media udara (air interface) dari hand phone ke BTS (Base Transceiver Station merupakan station pemancar dan penerima fhisik nya berupa menara atau tower yang dilengkapi dengan peralatannya) dengan kecepatan 22,8 Kb/s, dari BTS kemudian diteruskan ke BSC sebagai induk dari BTS yang kemudian BSC meneruskan ke SSS (Switching Sub System yang terdiri dari : MSC, HLR, VLR, EIR dan AuC yang akan di jelaskan pada episode mendatang jika ada respon dari teman2) untuk menentukan tujuan telpon kita ke arah mana: HP Ke HP, HP ke fix phone ( telpon rumah ), Interlokal, SLI dll. Prosesnya terjadi sangat cepat, jadi seperti orang berbicara tatap muka.

Nah, hal ini dapat terjadi karena telekomunikasi bergerak seluler mempunyai berbagai perangkat/elemen yang ngerjain seluruh proses yang diperlukan dalam komunikasi/hubungan. Seluruh perangkat dan elemen ini diatur oleh sistem sehingga membentuk jaringan, yang sering kita sebut sebagai network.

Jadi ingat ya, kalau orang berbicara network, berarti orang tersebut berbicara sistem jaringan, yang tentunya akan melibatkan banyak hal. Untuk mengetahui lebih dalam tentang teknologi GSM, kita kupas satu-persatu Yoook !!!

Arsitek Jaringan GSM

Jaringan GSM secara garis besarnya dibagi menjadi 3 sistem yaitu:
1. Switching Sub System (SSS). Tugasnya mengatur komunikasi antar pelanggan GSM, mengatur komunikasi pelanggan GSM dengan jaringan lain, dan sebagai data base untuk manajemen mobilitas pelanggan. Berarti si SSS inilah yang mengatur hubungan telekomunikasi seluler antar pelanggan Telkomsel dan dari/ke pelanggan operator lain, sekaligus mencatat posisi pelanggan, lokal atau roaming atau SLJJ, dls. Kalau di jaringan PSTN, SSS sering disebut sebagai Sentral Telepon, karena semua proses hubungan tercatat di sini.
2. Base Station System (BSS). Si BSS biasanya memiliki BSC yang bertugas mengendalikan mobile station/pelanggan yang berada dibawah wilayah cakupannya, dan menghubungkan mobile station dengan SSS. BSS merupakan bagian dari radio seluler dari jaringan GSM. Dalam network GSM, radio seluler merupakan elemen utama, karena komunikasi ditransmit melalui frekwensi radio.
3. Operation Maintenance System (OMS). Sedangkan Operation Mainetenance Center bertugas melakukan pengawasan performansi seluruh jaringan BSS dan SSS yang ada dibawah kendalinya, melakukan penanganan gangguan tingkat pertama, loading data base dan memberikan informasi gangguan dan performansi jaringan.

Ibarat perang, BSS merupakan regu prajurit yang gerilya dan ditempatkan dimana-mana. Sedang SSS adalah komandan regu sedangkan OMS adalah pengawas perang. Kali ini, kita beri penghormatan tertinggi dulu buat para prajurit – BSS- untuk dibahas duluan. Setuju, kan?

Base Station System (BSS)

Base Station System (BSS) merupakan bagian dari radio sistem pada network GSM yang terdiri dari: BSC, BTS dan TRAU. Ketiganya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kenapa? Karena fungsi mereka berbeda namun satu dengan lainnya saling mendukung. Bagaimana 'saling mendukung'nya BSC, BTS dan TRAU, ceritanya begini…. ( he he he kayak kismis : kisah2 mistery ) aja

Base Station Controller (BSC)

BSC adalah bagian inti (intelligent/master) dari sistem BSS yang menghubungkan antara BTS dengan SSS (seluruh data base BTS dan TRAU ada pada BSC). Pada Siemens Base Station antara BSC dan Network SSS perlu bantuan peralatan jaringan lain, berupa Transcoding and Rate Adaptation Unit (TRAU) melalui A-sub interface (interface BSC-TRAU) dan A interface (interface MSC-TRAU).

Adapun fungsi utama dari BSC adalah: data base seluruh network elemen BSS, penyambungan kanal trafik, memproses pensinyalan, pongontrolan daya, menangani fungsi-fungsi operasi dan maintenace serta monitoring system.

Base Transceiver Station (BTS)

BTS dapat dilihat sebagai bagian dasar dalam jaringan BSS dan perlengkapan hubungan antara BSC dan MS (mobile subscriber/pelanggan). Fungsinya sebagai elemen network yang berinteraksi langsung dengan mobile subscriber melalui radio interface (air interface). BTS terdiri dari Tx (transmite) dan Rx (Receive) yang menyediakan kanal pembicaraan. Seperti radio pada umumnya, radio interface di BTS memiliki daya pancar yang terbatas, dalam GSM sering dikenal dengan istilah wilayah cakupan atau radio service area. Cara kerja radio suatu BTS adalah membentuk dan mengatur sel trafik hubungan dan hand over (perpindahan MS dari satu BTS ke BTS lain) yang berada didalam wilayah cakupannya.

Transcoding Rate and Adaptions Unit (TRAU)

TRAU adalah interface antara BSC dan SSS (MSC). Meskipun TRAU merupakan bagian dari BSS, biasanya TRAU diletakkan dekat MSC. Hal ini dimaksudkan untuk penghematan link transmisi.

Pada perangkat TRAU terjadi kompresing link dari dari 64 Kbps dari MSC ke TRAU (4 A-Interface/PCMA) menjadi 16 Kbps dari TRAU ke BSC (1 Asub-Interface/PCMS). Kompresing ini dilakukan hanya untuk traffic channel. Hal tersebut dimaksudkan agar traffic channel yang digunakan untuk percakapan pelanggan bisa lebih banyak 4 kali dari sebelumnya. Sedangkan untuk time slot 0 yang digunakan untuk frame alignment signal dan time slot 16 untuk signaling tidak dilakukan kompresing, kecepatannya tetap 64 Kb/s sebab kalo dikompres juga maka untuk proses pensinyalan akan jadi lambat. Karena di TRAU dilakukan pengkompresan maka TRAU juga melakukan adaptasi suara agar suara pelanggan sama seperti aslinya, tidak terkompres meninggi atau mengecil seperti micky mouse.

opini teknologi informatika

YOEL
1308001

BLUETOOTH : Teknologi Komunikasi Wireless untuk Layanan Multimedia dengan Jangkauan Terbatas
Pendahuluan
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.
Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya untuk menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam. Untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai teknologi bluetooth yang relatif baru ini kepada pembaca, berikut diuraikan tentang sejarah munculnya bluetooth dan perkembangannya, teknologi yang digunakan pada sistem bluetooth dan aspek layanan yang mampu disediakan, serta sedikit uraian tentang perbandingan metode modulasi spread spectrum FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum) yang digunakan oleh bluetooth dibandingkan dengan metode spread spectrum DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum).
Latar Belakang Bluetooth
Pada bulan Mei 1998, 5 perusahaan promotor yaitu Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan memulai untuk membuat spesifikasi yang mereka namai ‘bluetooth’. Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang antara lain di bidang semiconductor manufacture, PC manufacture, mobile network carrier, perusahaan-perusahaan automobile dan air lines bergambung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan-perusahaan terkemuka tersebut antara lain seperti Compaq, Xircom, Phillips, Texas instruments, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Boeing, dsb.
Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini ‘dimiliki’ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15).
Aplikasi dan Layanan
Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.
Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyai kemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampai dengan 10 meter (~30 feet). Sistem bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint.
Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan ke dalam perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal Digital Assistant), headset, kamera, printer, router dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini antara lain : PC to PC file transfer, PC to PC file synch ( notebook to desktop), PC to mobile phone, PC to PDA, wireless headset, LAN connection via ethernet access point dan sebagainya.
Diskripi Umum Sistem Bluetooth
Sistem bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link controller dan sebuah link manager. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke base band processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup, autentikasi dan konfigurasi. Secara umum blok fungsional pada sistem bluetooth dapat dilihat pada.
Karakteristik Radio
Berikut beberapa karaketristik radio bluetooth sesuai dengan dokumen Bluetooth SIG yang dirangkum dalam Tabel 1.

Pita Frekuensi dan Kanal RF
Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz ISM, walaupun secara global alokasi frekuensi bluetooth telah tersedia, namun untuk berbagai negara pengalokasian frekuensi secara tepat dan lebar pita frekuensi yang digunakan berbeda. Batas frekuensi serta kanal RF yang digunakan oleh beberapa negara dapat dilihat pada Tabel 2.


Time Slot
Kanal dibagi dalam time slot-time slot, masing-masing mempunyai panjang 625 ms. Time slot-time slot tersebut dinomori sesuai dengan clock bluetooth dari master piconet. Batas penomoran slot dari 0 sampai dengan 227-1 dengan panjang siklus 227. Di dalam time slot, master dan slave dapat mentransmisikan paket-paket dengan menggunakan skema TDD (Time-Division Duplex),. Master hanya memulai melakukan pentransmisiannya pada nomor time slot genap saja sedangkan slave hanya memulai melakukan pentransmisiannya pada nomor time slot ganjil saja.
Protokol Bluetooth
Protokol-protokol bluetooth dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan aplikasi-aplikasi dengan menggunakan teknologi bluetooth. Layer-layer bawah pada stack protokol bluetooth dirancang untuk menyediakan suatu dasar yang fleksibel untuk pengembangan protokol yang lebih lanjut. Protokol-protokol yang lain seperti RFCOMM diambil dari protokol-protokol yang sudah ada dan protokol ini hanya dimodifikasi sedikit untuk disesuaikan dengan kepentingan bluetooth. Pada protokol-protokol layer atas digunakan tanpa melakukan modifikasi. Dengan demikian, aplikasi-aplikasi yang sudah ada dapat digunakan dengan teknologi bluetooth sehingga interoperability akan lebih terjamin.
Stack protokol bluetooth dapat dibagi ke dalam empat layer sesuai dengan tujuannya. Berikut protokol-protokol dalam layer-layer di dalam stack protokol bluetooth yang tertera pada Tabel 3 dan.
Tabel 3. Protokol-protokol dan layer-layer di stack protokol bluetooth (sumber : Bluetooth SIG)
Protocol Layer Protocols in the stack
Bluetooth Core Protocols Baseband, LMP, L2CAP, SDP
Cable Replacement Protocol RFCOMM
Telephony Control Protocols TCS Binary, AT-commands
Adopted Protocols PPP, UDP/TCP/IP, OBEX, WAP, vCard, vCal, IrMC, WAE
Keterangan yang lebih jelas mengenai protokol bluetooth tidak akan diuraikan pada tulisan ini.
Pengukuran Bluetooth
Pada dasarnya ada tiga aspek penting didalam melakukan pengukuran bluetooth yaitu pengukuran RF (Radio Frequency), protokol dan profile. Pengukuran radio dilakukan untuk menyediakan compatibility perangkat radio yang digunakan di dalam sistem dan untuk menentukan kualitas sistem. Pengukuran radio dapat menggunakan perangkat alat ukur RF standar seperti spectrum analyzer, transmitter analyzer, power meter, digital signal generator dan bit-error-rate tester (BERT). Hasil pengukuran harus sesuai dengan spesifikasi yang telah di ditetapkan diantaranya harus memenuhi parameter-parameter yang tercantum pada Tabel 1.
Dari informasi Test & Measurement World, untuk pengukuran protokol, dapat menggunakan protocol sniffer yang dapat memonitor dan menampilkan pergerakan data antar perangkat bluetooth. Selain itu dapat menggunakan perangkat Ericsson Bluetooth Development Kit (EBDK). Ericsson akan segera merelease sebuah versi EBDK yang dikenal sebagai Blue Unit.
Pengukuran profile dilakukan untuk meyakinkan interoperability antar perangkat dari berbagai macam vendor. Struktur profile bluetooth sesuai dengan dokumen SIG dapat dilihat pada.
Contoh :
• LAN access profile menentukan bagaimana perangkat bluetooth mampu mengakses layanan-layanan pada sebuah LAN menggunakan Point to Point Protocol (PPP). Selain itu profile ini menunjukkan bagaimana mekanisme PPP yang sama digunakan untuk membentuk sebuah jaringan yang terdiri dari dua buah perangkat bluetooth.
• Fax profile menentukan persyaratan-persyaratan perangkat bluetooth yang harus dipenuhi untuk dapat mendukung layanan fax. Hal ini memungkinkan sebuah bluetooth cellular phone (modem) dapat digunakan oleh sebuah komputer sebagai sebuah wireless fax modem untuk mengirim atau menerima sebuah pesan fax. Selain ketiga aspek di atas yaitu radio, protokol, profile maka sebenarnya ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya untuk perlu dilakukan pengukuran yaitu pengukuran Electromagnetic Compatibility (EMC) dimana dapat mengacu pada standar Eropa yaitu ETS 300 8 26 atau standar Amerika FCC Part 15.
Fungsi Security
Bluetooth dirancang untuk memiliki fitur-fitur keamanan sehingga dapat digunakan secara aman baik dalam lingkungan bisnis maupun rumah tangga. Fitur-fitur yang disediakan bluetooth antara lain sebagai berikut:
• Enkripsi data.
• Autentikasi user
• Fast frekuensi-hopping (1600 hops/sec)
• Output power control
Fitur-fitur tersebut menyediakan fungsi-fungsi keamanan dari tingkat keamanan layer fisik/ radio yaitu gangguan dari penyadapan sampai dengan tingkat keamanan layer yang lebih tinggi seperti password dan PIN.
Bluetooth FHSS vs WLAN DSSS
Sebenarnya mengapa bluetooth lebih memilih metode FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum) dibandingkan dengan DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum). Alasan yang membuat mengapa bluetooth tidak menggunakan DSSS antara lain sebagai berikut :
1. FHSS membutuhkan konsumsi daya dan kompleksitas yang lebih rendah dibandingkan DSSS hal ini disebabkan karena DSSS menggunakan kecepatan chip (chip rate) dibandingkan dengan kecepatan simbol (symbol rate) yang digunakan oleh FHSS, sehingga cost yang dibutuhkan untuk menggunakan DSSS akan lebih tinggi.
2. FHSS menggunakan FSK dimana ketahanan terhadap gangguan noise relatif lebih bagus dibandingkan dengan DSSS yang biasanya menggunakan QPSK ( untuk IEEE 802.11 2 Mbps) atau CCK ( IEEE 802.11b 11 Mbps).
Walaupun FHSS mempunyai jarak jangkauan dan transfer data yang lebih rendah dibandingkan dengan DSSS tetapi untuk layanan dibawah 2 Mbps FHSS dapat memberikan solusi cost-efektif yang lebih baik.
Penutup
Dari beberapa penjelasan di atas, terlihat bahwa bluetooth mampu menawarkan solusi yang cukup efektif dan efisien di dalam memberikan layanan kepada user untuk melakukan transfer data dengan kecepatan kurang dari 1 Mbit/s dan jangkauan yang relatif pendek. Teknologi bluetooth masih memungkinkan untuk terus berkembang menuju kematangan baik dari sisi standarisasi maupun aplikasi yang dapat diterapkan. Dengan pertimbangan bahwasannya bluetooth mampu menyediakan berbagai macam aplikasi dan layanan dan dengan biaya yang relatif murah, mudah dalam pengoperasian, interoperability yang menjanjikan serta didukung oleh berbagai vendor besar di bidang telekomunikasi maupun komputer, dan lebih dari 1800 perusahaan telah bergabung sebagai adopter teknologi ini, maka tidak mustahil teknologi bluetooth suatu saat akan menjadi salah satu primadona untuk digunakan baik untuk keperluan rumah tangga atau perkantoran/bisnis.
Dengan sedikit tulisan ini diharapkan dapat memberikan gambaran baru tentang tekonologi bluetooth kepada pembaca dan dapat memberi atau menambah wawasan yang baru terhadap perkembangan komunikasi wireless.

Tugas opini informatika

Imanuel Ch Lefta
1307009

ELEKTRO INDONESIA

Broadband CDMA : Teknologi Wireless Masa Depan

Banyak industri telekomunikasi sekarang percaya bahwa Code Division Multiple Access (CDMA) spread spektrum akan mengalihkan perhatian pada awal abad 21. Dia akan mengganti teknologi analog contoh AMPS dan kompetitornya seperti GSM.
Pada saat bersamaan B-CDMA yang merupakan model komunikasi baru yang efisien akan berkembang ke arah PCS dan menjadi pilihan umum untuk WLL di dunia.
Broadband CDMA sepenuhnya layak untuk diaplikasikan di WLL, PCS dan wireless berbasis satelit yang akan datang.
Pada versi yang akan datang dari CDMA akan menyediakan servis-servis dengan bandwidth data yang tinggi (termasuk ISDN, video dan multimedia) yang tidak dapat disediakan oleh teknologi narrowband.
Apakah Broadband CDMA?
Standar teknologi CDMA, dilihat dari spread signalnya relative lebih besar dari teknologi selular lainnya, pengurangan problem propagasi (multipath dan fading). Dikenal dua standar untuk aplikasi dengan metode akses CDMA. Standar yang dimaksud adalah IS-95 dan poprietary.
Broadband CDMA mengambil konsep ini lebih lanjut oleh pengurangan multipath-fading, penawaran kapasitas dalam tiap cell dan kualitas suara yang lebih baik. Bandwidth yang luas juga membuat mungkin features ke depan termasuk ISDN dan bandwidth on demand. Broadband CDMA dengan wireless mempunyai potensi untuk menyediakan "transparan" local loop dengan fungsi penuh seperti wireline.
Broadband CDMA sebagai WLL didesain untuk menyediakan layanan fixed dan mobiile yang dikoneksikan dengan PSTN dari layanan POTS (Plain Old Telephone Service) ke features-features selanjutnya seperti ISDN dan bandwidth on demand. Service-service akan termasuk voice, high speed fax, data dan multimedia, termasuk juga video. Teknologi ini memungkinkan aplikasi ISDN ke desktop fixed wiireless dan mobile wireless. Adapun konfigurasi dari sistem B-CDMA adalah :



Gambar 1. Konfigurasi B-CDMA


Keterangan gambar :
OS (Operating System) : operasi, administrasi dan fungsi maintenance
RDU (Radio Distribution Unit) : interface ke exchange dengan standar V5.1
RCS (Radio Carrier Station) : interface ke RDU via copper, fiber atau Microwave
RNT (Radio Network Termination) : menyediakan koneksi ke analog atau ISDN Telepon, fax dan data modems

Teknologi Broadband CDMA (B-CDMA)
Teknologi B-CDMA dikembangkan dari teknik CDMA. B-CDMA merupakan teknologi alternatif Wireless Acces pada era Digital Broadband dengan penjelasan sebagai berikut:
• Merupakan teknologi digital spread spektrum lanjutan untuk kepentingan komersial, yang memberikan berbagai kelebihan dibanding copper, cable, microwave dan bahkan sistem komunikasi radio lainnya, seperti :
 kualitas suara yang tinggi (32 kb/s)
 karakteristik fade sangat baik
 performansi indoor sangat baik
 dinamik data rate (on demand) : 32 kb/s ~ 144 kb/s
• Pemilihan frekuensi secara fleksibel (300 ~ 2500 MHz)
CDMA pada dasarnya dikembangkan oleh militer di Amerika dan kemudian dikomersialkan oleh perusahaan di Amerika oleh Qualcomm dan dikembangkan dengan standar IS-95. Tipikal frekuensi operasi untuk IS-95 adalah 800 MHz. Versi Broadband yang baru B-CDMA, akan diterapkan untuk tiga band frekuensi :
• DCS 1800 (1,71 sampai 1,785 Ghz, dan dari 1,805 sampai 1,880 GHz)
• US-PCS (1,85 sampai 1,9 GHz dan 1,93 sampai 1,99 GHz)
• CEPT (2 sampai 2,7 GHz)
Perbedaan penting yang lain dengan narrowband CDMA didesain untuk bandwidth 1,25 MHz untuk setiap direction. Untuk B-CDMA pada umumnya menggunakan bandwidth 7 MHz, 10,5 MHz, 14 MHz dan 15 MHz.

Dengan bandwidth yang lebih lebar akan menyediakan level of fade resistance yang lebih besar, yang akan menghasilkkan performansi yang lebih besar untuk output power yang sama, atau mengurangi syarat power untuk menyediakan range coverage yang sama. Selanjutnya, pertambahan bandwidth sangat identik dengan penambahan kapasitas untuk mendukung layanan-layanan dengan bandwidth yang lebih tinggi dan menambah fleksibilitas untuk service gabungan. Dalam arti bahwa satu sistem broadband dapat melayani berbagai macam service secara simultan.
Aplikasi Broadband CDMA

Broadband CDMA sedang dikembangkan untuk empat aplikasi utama ; rural wireless local loop, urban wireless local loop, personal communications system (PCS), Global Mobile Personal Communcations by Satellite (GMPCS) dan IMT-2000, semua akan digambarkan seperti di bawah ini.

Pasar WLL
Beberapa pengamat percaya bahwa market internasional untuk WLL , secara khusus dari Asia, selama beberapa waktu akan lebih besar daripada untuk cellular atau PCS. Beberapa negara Asia, seperti India mempunyai kurang dari 1 (satu) telepon per 100 (seratus) penduduk dan rata-rata di dunia mencapai 11 atau 12 telepon per 100 penduduk. Perkiraaan untuk waktu dekat bahwa di dunia akan membutuhkan sekitar 1 miliiar telepon dimana setengahnya akan disuplai dari mobile telepon dengan tipe solusi WLL.

Rural WLL

Teknologi broadband CDMA secara khusus pantas untuk area yang sangat sulit atau untuk daerah yang mahal jika diterapkan jaringan kabel. Aplikasi WLL adalah sangat penting untuk negara-negara Asia karena mempunyai penetrasi yang rendah sehingga dapat sebagai pemasangan subscriber yang extra. Sekarang teknologi WLL, khususnya B-CDMA lebih murah diinstal daripada kabel tembaga. Wireless sedang menjadi pilihan teknologi yang ditetapkan pada service fixed telepon yang dikembangkan di dalam area regional Asia dan tempat lainnyya.

Menurut InterDigital, WLL dapat diinstal pada harga di bawah US$ 1.000 per line, dan akan semakiin menurun pada masa yang akan datang.

Urban WLL

Pada daerah urban dan suburban, WLL Broadband CDMA akan menghapuskan atau mengurangi dari pemasangan kabel yang baru.
Broadband CDMA menyediakan generasi yang akan datang untuk teknologi wireless telekomunikasi, dari basik voice melalui 2 Mbps data untuk service mobile dan fix pada residensial, dan lingkungan urban. Sistem juga mampu menyediakan layanan sekualitas wireline seperti voice, fax, ISDN (2B + D) dan service leased line. Broadband CDMA juga mensupport service untuk telepon coin dan telepon smart card.
Sebagai gambaran dari arsitektur dari B-CDMA pada aplikasi WLL adalah sebagai berikut :

PCS
PCS akan menyediakan penambahan level mobility dengan service wideband. Teknologi Broadband CDMA mendukung option dengan range yang lebar dari harga yang paling murah per line dan kapasitas yang paling tinggi untuk service yang akan datang.
Broadband CDMA akan menyediakan portabel handset, mirip dengan selular tetapi availabel untuk data rate yang lebih tinggi.
Handset dengan mobilittas yang terbatas biasanya direncanakan sebagai extension untuk sistem WLL broadband CDMA.

GMPCS
Global Mobile Personal Communications by Satelite akan menghubungkan pelanggan-pelanggan anytime, anywhere di bumi lewat hubungan secara langsung lewat Low Earth Orbit (LEO) atau Intermediate Circular Orbit (ICO), tergantung dari sistem yang digunakan. Terminal dual mode dari sistem GSM dan CDMA akan dapat digunakan pada tahun 2000, dimana service-service komersial akan dimulai.

IMT 2000
IMT 2000 dikenal juga dengan istilah FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System). Untuk aplikasi generasi ke 3 ini masih diajukan proposal kepada badan standarisasi : TIA, ETSI dan ARIB (badan standarisasi di Amerika, Eropa dan Jepang) sebagai syarat pada implentasi IMT 2000.

Keuntungan CDMA
Sebelum dibahas keuntungan dari penggunaan broadband CDMA maka akan dibahas terlebih dahulu kelebihan metode akses CDMA dengan metode akses lainnya (TDMA dan FDMA). Keunggulan CDMA jika diaplikasikan pada sistem selular adalah :
1. Co-exixt dengan selular CDMA
Dua sistem seluler FDMA dan CDMA dapat beroperasi secara bersama-sama. Perancang selular CDMA dapat memberikan solusi dengan memperkenalkan unit bergerak dual mode FDMA/CDMA pada pelanggan.
2. Tidak membutuhkan equalizer
Bila lajju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum.
3. Satu radio per site
Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor.
4. Tidak membutuhkan guard time dan guard band
Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal.
5. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan.
6. Soft capasity
Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan.
7. Soft handoff
Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama.
8. Proteksi dari penyadapan dan jamming.
Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum.

Keuntungan utama dari solusi Broadband CDMA adalah flexibilitas. Sistem CDMA menyediakan untuk aplikasi komunikasi pada skala besar dan kecil dengan cost efektif yang diperhitungkan. Untuk bisnis selanjutnya dapat menyediakan service voice dan ISDN data, seperti fax, email dan high speed internet access. Ketika sistem Broadband CDMA dapat ditambah dengan mudah dan cepat ke jaringan existing tanpa delay dan gangguan daripada instalasi kabel telepon. Koneksi ke jaringan LAN untuk email dan sharing resources sperti printer dan mesin fax dapat dikonfigurasi dengan mudah.
Sistem Broadband CDMA dapat memungkinkan operator untuk menawarkan service yang baru seperti ISDN (144 kbps), leased line dan bandwidth on demand (2 Mbps).
Broadband sangat mengurangi efek yang menyebabkan multipath fading, terutama pada kondisi yang sebenarnya, menyebarkan range dari 7 sampai 30 MHz. Dengan bertambahnya bandwidth dapat mengurangi face margin yang diharuskan sampai 3 dB jika diterapkan pada sistem narrowband. Cell station yang baru dan reuse frekuensi pada sistem CDMA dapat ditambahkan tanpa harus memodifikasi parameter-parameter cell yang lain. Dengan penyediaan bandwidth yang lebih besar oleh Broadband CDMA akan mengijinkan lebih dari pemakai per channel, tetapi lebih sedikit cell per geographic area. Dengan demikian akan lebih simpel prosedur manajemen network.
Cell-cell pada Broadband CDMA dapat dengan mudah diaplikasikan di daerah urban, suburban atau rural dimana kepadatan pelanggan berbeda. Broadband CDMA menggunakan teknik pengkodean suara seperti pada jaringan publik (32 ADPCM dan 64 PCM)
Kemungkinan B-CDMA di Indonesia
Jika dipakai sebagai sistem selular maka B-CDMA sudah memasuki generasi ke tiga pada aplikasi IMT 2000 (International mobile telecommunications system). Teknologi ini akan memasuki pasar pada tahun 2000.
Sistem ini berbeda dengan sistem CDMA pita sempit (narrow band) dan sedang dikembangkam di Indonesia oleh PT Komselindo yang kini sebagai operator AMPS (Advance Mobile Phone System). Ia juga berbeda dengan D-AMPS (Digital-AMPS) yang distandarkan pada IS-136. Tetapi DAMPS atau GSM akan dengan mudah migrasi ke B-CDMA.
CDMA pita lebar sedang dicoba pada frekuensi 2 GHz, ia bisa menyediakan layanan internet yang di PT TELKOM disebut dengan PASOPATI dan multimedia .
Percobaan-percobaan yang sudah dilakukan, antara lain oleh NTT DoCoMo dari Jepang yang akan segera menerapkan teknologi W-CDMA (Wideband code division multiple access) pada tahun 2000 di gelombang 5 MHz. W-CDMA merupakan sebutan untuk B-CDMA di Jepang.
Yang menjadi pesaing utama dari B-CDMA adalah teknologi TD-CDMA (Time Diivision-Code Division Multiple Access. Jika TDMA membagi-bagi frekuensi secara vertikal, sementara CDMA membaginya secara horisontal, maka TD-CDMA lebih hemat lagi sebab dapat memotong-motong frekuensi lebih kecil lagi.
Pada pertemuan penyelenggara seluler dan administrator se-Asia Pasifik di forum Asia Pasific Interest Group (APIG), GSM MoU ketujuh belum sepakat terhadap pilihan Wide Band atau Broadband CDMA yang akan menjadi trend teknologi seluler GSM generasi ke tiga pada abad 21 mendatang. Kendati begitu Indonesia merekomendasi WB-CDMA sebagai pilihan ketimbang TD-CDMA yang dianggap futuristic. Apalagi Jepang melalui NTT DoCoMo turut terlibat bersama Ericsson dan Nokia dalam pengembangan sistem WB-CDMA.
Generasi ketiga berupa CDMA pita lebar bukan merupakan generasi seluler yang terakhir. Generasi berikut akan muncul pada dasawarsa pertama abad 21, yang akan lebih canggih dalam menyediakan layanan, dibanding generasi sebelumnya. Yang jelas siklus tiap generasi semakin pendek yang selain menguntungkan pengguna seluler sekaligus juga merugikannya. Keuntungannya, pelanggan bisa mendapatkan apa saja layanan yang diinginkannya, tetapi ruginya barang yang digunakan akan berusia pendek. Kerugiannya lagi jika frekuensi dan operator yang ditunjuk berbeda dengan yang sebelumnya.

Telkomsel mendapatkan penghargaan

---Denny--- (1408008)

Telkomsel mendapatkan penghargaan "TOP BRAND" 2009 untuk kedua SIM cardnya yaitu simPATI dan kartuHALO. Penghargaan ini diberikan berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga survei "Frontier Consulting Group" dan Majalah Marketing terhadap 3000 responden pada 6 kota besar.

Hasilnya
simPATI : digunakan oleh 45 juta pelanggan atau sekitar 45% (prabayar)
kartuHALO : digunakan oleh 65 juta pelanggan atau 65% (pascabayar)

sumber : Manager Corporate Communications Telkomsel



Friday, March 13, 2009

Nokia Goyah Digempur BlackBerry dan iPhone

Bachman Sabar (1408013)


Sepertinya Nokia mempunyai saingan berat saat ini. Segmen pasar ponsel pintar alias smartphone makin dibanjiri peminat. Nokia yang selama ini mendominasi jelas perlu waspada. Indikasinya, pangsa pasar smartphone Nokia secara global turun dari yang semula 51 persen menjadi 41 persen.

Angka tersebut dikemukakan oleh biro riset Gartner. Perusahaan Research in Motion (RIM) dengan BlackBerry andalannya dan Apple dengan iPhone rupanya mencuri pangsa pasar Nokia tersebut.

Menurut informasi yang saya dapatkan sekitar 2 tahun lampau, Nokia begitu perkasa dengan menguasai 70 persen pasar smartphone. Namun semakin inovatifnya BlackBerry dan datangnya iPhone menggoyang singgasana Nokia.

Pangsa pasar RIM melonjak dari yang semula 10,9 persen menjadi 19, 5 persen. Hal ini antara lain dipicu oleh larisnya BlackBerry jenis Storm maupun Bold.

Adapun Apple menanjak dari yang awalnya menguasai 5,2 persen kini menjadi 10,7 persen. Di belakangnya ada vendor Samsung dan HTC yang juga mengalami kenaikan meski relatif kecil.

Memang posisi Nokia masih terhitung perkasa. Namun lama kelamaan jika produsen asal Finlandia ini lengah, bukan tidak mungkin posisi Nokia bakal makin turun.

Tuesday, March 10, 2009

Power of Buyers

Power of Buyers
Nama..................................: 1 : 2 : 3 : 4 : 5 : 6 : Score
Ferdian Dumara
Immanuel Chandra
Ari Gunawan
Yoel A Sadriant
Sangap Y
Junior Moningka
Rinaldy
Grace Natalia.........................: 0 :-1 :-2 : 2 :-1 : 0 : -2,5
Yonathan Nurliawan
Indra Halim
Asary Larigy
Andi Asdiar
Septian
Yenny Kartika
Ridwan Sukma P
Nicky
Andrew Oroh
David
Fernandes
Edfri
Pantun Simanjuntak
Christian Pontoh
Andi Ilham Syalaby
Samuel E
M. Ilham
Satrio Yudhianto
Fadjar Winastiono
Denny
Laura Elizabeth
Yohannes Suryanto
Shannoto Soetedjo
Bachman Sabar Menanti.................: 1 : 2 : 1 :-1 : 0 : 1 : 4
Dani Ahmad Ramadhan
Irma Apriyadi.........................: 2 : 2 : 2 : 2 : 1 : 2 : 9,167
Roni Malik

Threat of Substitutes

Threat of Substitutes
Nama..................................: 1 : 2 : 3 : 4 : Score
Ferdian Dumara
Immanuel Chandra
Ari Gunawan
Yoel A Sadriant
Sangap Y
Junior Moningka
Rinaldy
Grace Natalia.........................:-1 : 2 : 1 : 1 : 3,75
Yonathan Nurliawan
Indra Halim
Asary Larigy
Andi Asdiar
Septian
Yenny Kartika
Ridwan Sukma P
Nicky
Andrew Oroh
David
Fernandes
Edfri
Pantun Simanjuntak
Christian Pontoh
Andi Ilham Syalaby
Samuel E
M. Ilham
Satrio Yudhianto
Fadjar Winastiono
Denny
Laura Elizabeth
Yohannes Suryanto
Shannoto Soetedjo
Bachman Sabar Menanti.................: 1 : 2 : 0 : 1 : 6,6
Dani Ahmad Ramadhan
Irma Apriyadi.........................: 2 : 2 : 1 : 1 : 7,5
Roni Malik

Competitive Rivalry

Competitive Rivalry
Nama..................................: 1 : 2 : 3 : 4 : 5 : Score
Ferdian Dumara
Immanuel Chandra
Ari Gunawan
Yoel A Sadriant
Sangap Y
Junior Moningka
Rinaldy
Grace Natalia.........................: 1 : 1 : 1 : 0 : 1 : 5
Yonathan Nurliawan
Indra Halim
Asary Larigy
Andi Asdiar
Septian
Yenny Kartika
Ridwan Sukma P
Nicky
Andrew Oroh
David
Fernandes
Edfri
Pantun Simanjuntak

Christian Pontoh
Andi Ilham Syalaby
Samuel E
M. Ilham
Satrio Yudhianto
Fadjar Winastiono
Denny
Laura Elizabeth
Yohannes Suryanto
Shannoto Soetedjo
Bachman Sabar Menanti.................: 1 : 1 : 1 :-1 : 0 : 7,5
Dani Ahmad Ramadhan
Irma Apriyadi.........................: 2 : 2 : 2 : 2 : 2 : 10
Roni Malik
Power of Suppliers
Nama..................................: 1 : 2 : 3 : 4 : 5 : 6 : Score
Ferdian Dumara
Immanuel Chandra
Ari Gunawan
Yoel A Sadriant
Sangap Y
Junior Moningka
Rinaldy
Grace Natalia.........................: 1 :-2 :-1 : 1 :-1 : 0 : -2
Yonathan Nurliawan
Indra Halim
Asary Larigy
Andi Asdiar
Septian
Yenny Kartika
Ridwan Sukma P
Nicky
Andrew Oroh
David
Fernandes
Edfri
Pantun Simanjuntak
Christian Pontoh
Andi Ilham Syalaby
Samuel E
M. Ilham
Satrio Yudhianto
Fadjar Winastiono
Denny
Laura Elizabeth
Yohannes Suryanto
Shannoto Soetedjo
Bachman Sabar Menanti.................: 1 : 2 :-1 : 1 :-2 : 1 : 1,67
Dani Ahmad Ramadhan
Irma Apriyadi.........................:-2 :-2 : 2 : 2 : 2 : 2 : 3,3
Roni Malik

Threat of New Entrants

Saya coba pake model table dari excel atau dari FrontPage nampaknya gagal terus. jadi untuk kolaborasi industri analisis untuk Broadband Wireless Access, saya pake model plain saja.

Intinya mohon diupdate untuk setiap statement dari forces Porter (pisahkan dengan atribut ":")

Threat of New Entrants
Nama..................................: 1 : 2 : 3 : 4 : 5 : 6 : 7 : 8 : Score
Ferdian Dumara ...............:... :... :.... :... :... :.... :... :... :
Immanuel Chandra
Ari Gunawan
Yoel A Sadriant
Sangap Y
Junior Moningka
Rinaldy
Grace Natalia.........................:-1 :-1 :-2 : 0 :-1 :-1 : 0 : 1 : 4,17
Yonathan Nurliawan
Indra Halim
Asary Larigy
Andi Asdiar
Septian
Yenny Kartika
Ridwan Sukma P
Nicky
Andrew Oroh
David
Fernandes
Edfri
Pantun Simanjuntak
Christian Pontoh
Andi Ilham Syalaby
Samuel E
M. Ilham
Satrio Yudhianto
Fadjar Winastiono
Denny
Laura Elizabeth
Yohannes Suryanto
Shannoto Soetedjo
Bachman Sabar Menanti..........:-2 :-1 :-1 : 2 : 0 : 1 : 1 :-1 : 0
Dani Ahmad Ramadhan
Irma Apriyani..................: 1 :-2 :-2 : 2 : 1 : 1 :-1 :-2 : -2.5
Roni Malik

Friday, March 06, 2009

WIMAX VS LTE

Nama: Dani Ahmad Ramadhan
NIM : 1408014

Posisi WiMAX, yang sedang dikembangkan di sejumlah negara termasuk Indonesia, sebenarnya tidak sepenuhnya aman. Ada standar mirip WiMAX yang sedang mengancam. Standar itu namanya LTE (Long Term Evolution) yang diusulkan konsorsium 3Rd Generation Partnership Project (3GPP).

Persaingan antara WiMAX dan LTE ini bisa dianalogikan dengan perang antara GSM dan CDMA. Baik WiMAX maupun LTE menggunakan teknologi yang mirip. Jaringan ini memiliki kecepatan unduh sampai 100 megabit per detik, bisa menggantikan kecepatan data dengan kabel. Televisi definisi tinggi bisa dikirim tanpa perlu parabola atau kabel.

Saat ini GSM menguasai sekitar 90 persen pasar ponsel dunia dan CDMA hanya meraih remah-remahnya. Keunggulan utama GSM adalah satu: mereka masuk pertama di pasar.

Dalam perang WiMAX versus LTE, yang masuk pasar terlebih dulu adalah WiMAX. Saat ini WiMAX sudah digelar di sejumlah negara, sedangkan LTE paling cepat baru dua atau tiga tahun lagi.

Tapi bukan berarti LTE tidak memiliki keunggulan. Salah satu keunggulan LTE adalah soal spektrum radio yang dipakai. Idealnya, spektrum yang dipakai berfrekuensi rendah dan WiMAX mendapat masalah di sini.

Sprint-Nextel, di Amerika Serikat, menggunakan spektrum 2,5 gigahertz untuk jaringan WiMAX yang mereka gelar tahun ini. Frekuensi yang rendah ini membuat jangkauan lebih jauh.

Di wilayah lain, seperti Eropa, jaringan dengan frekuensi serendah itu biasanya sudah dicaplok jaringan televisi atau GSM. Tidak heran, di Eropa, lisensi WiMAX biasanya terbatas pada 3,5 gigahertz atau bahkan lebih tinggi lagi. Frekuensi ini terlalu tinggi sehingga mengurangi jangkauan jaringan.

Adapun LTE memanfaatkan infrastruktur UMTS yang sekarang ada. AT&T dan Verizon, dua operator telepon seluler Amerika Serikat, sudah memborong spektrum 700 megahertz khusus untuk jaringan LTE yang akan mereka gelar beberapa tahun lagi. Spektrum sangat rendah ini membuat jangkauan LTE bisa lebih jauh lagi.

Keunggulan LTE yang lain adalah kecepatan mengunduh data yang bisa mencapai 100 megabit per detik, lebih tinggi daripada kecepatan maksimal WiMAX yang 75 megabit per detik.

LTE dikembangkan oleh konsorsium 3rd Generation Partnership Project (3GPP) yang terdiri atas organisasi seperti Lembaga Standar Telekomunikasi Eropa, Komite Teknologi Telekomunikasi Jepang, Asosiasi Standar Komunikasi Cina, atau Aliansi untuk Solusi Industri Telekomunikasi dari Amerika Utara.

Salah satu vendor yang paling bersemangat dengan LTE adalah Motorola. Peranti keras dari Motorola ini sekarang sedang diuji coba oleh Verizon, salah satu operator seluler di Amerika Serikat. Operator lain yang sedang menguji coba adalah China Mobile.

Sejumlah operator atau vendor berkukuh dengan LTE, yang lainnya dengan WiMAX. Tapi beberapa yang lain memilih menunggu. Vodafone, misalnya. Semula mereka menyatakan hanya akan menggunakan LTE, tapi belakangan mereka juga bergabung dengan WiMAX Forum.

Vodafone, seperti sejumlah operator lain, menunggu angin siapa yang kira-kira bakal unggul. NURKHOIRI / BERBAGAI SUMBER

PRODUK DAN DESAIN INTEL WIMAX

WIMAX/WIFI
Modul Combo
Echo Peak
Modul WiFi+WiMAX Terintegrasi pertama
Platform Montevina 2008

WIMAX CE/MOBILE
Baxter Peak
Solusi dua paket sederhana
Ukuran rendah & Hemat listrik
Sedang didesain untuk perangkat 2008

WIMAX ADD-IN CARDS
dana Point
referensi desain Baxter Peak untuk ODM

*NAMA KODE INTERNAL MASIH DIBANGUN
*NAMA PRODUK DAN PRODUKSI DAPAT BERUBAH SEWAKTU-WAKTU

Sunday, March 01, 2009

KEREN! TELEPON INDONESIA TERMURAH SE-ASIA

Berita ini saya baca di Koran Tribun Jabar tanggal 17 Februari 2009. Kalo selama belasan tahun hingga 2007, tarif telepon Indonesia menjadi yang termahal, maka setelah ada kebijakan penurunan tarif April 2008 lalu, tarif berangsur-angsur menurun. Bahkan sekarang menjadi yang termurah di Asia, jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara India yang terkenal dengan tarif telepon murahnya. Wow…keren banget!

Menurut bapak menteri kita (Menkoinfo), Muhammad Nuh DEA, pada tahun 2005 lalu tarif seluler Indonesia mencapai 0,15 dolar AS (Rp 1.800) per menit. Sekarang rata-rata tarif seluler Indonesia sebesar 0,015 dolar AS (Rp 180) per menit. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan penurunan tarif dan persaingan antar operator seluler yang semakin kompetitif dalam menentukan tarif.

Wah… saya sebagai mahasiswa Indonesia yang tercinta, seneng banget ngedengernya. Soalnya cocok banget dengan kondisi ‘dompet buluk’ saya dan intensitas saya dalam menggunakan telepon selular yang lumayan tinggi. Tapi dibalik kabar tarif telepon murah, saya berharap supaya hal tersebut diiringi dengan pelayanan kualitas yang prima. Mengutip perkataan bapak menteri pada saat konferensi pers di Jakarta, Senin (16/2), “Operator jangan hanya mencari keuntungan saja. Jangan sampai konsumen tertipu oleh promosi agar memakai layanan mereka, lalu konsumen dirugikan.” Yup! Setuju banget, Pak! : )

Dan denger-denger nih pada tahun 2009 ini pemerintah akan memfokuskan program pada infrastruktur sebagai penunjang layanan komunikasi seluruh daerah di Indonesia, yang ujung-ujungnya tidak lain adalah untuk kepuasan para pengguna.
Semoga fenomena penurunan tarif telepon ini diikuti juga oleh turunnya biaya kuliah perguruan tinggi di Indonesia, supaya semakin banyak generasi muda berkesempatan untuk duduk di bangku pendidikan yang lebih tinggi.
Maju terus Indonesiaku! Maju terus anak-anak Indonesia! Maju terus industri telematika Indonesia!
(Sangap “Eyeglasses345”_1308004)