Friday, February 20, 2009

"IMPIANKU... IMPIAN INDONESIA"

Suatu malam, hati saya pernah bertanya: “Mengapa sampai sekarang belum ada perusahaan manufaktur telepon selular (HP-red.) di Indonesia, yang menghasilkan merek-merek lokal semisal Nukieu, Soni bin Erik, Samsul, atau yang lainnya?” Harapan saya pertanyaan ini akan segera terjawab beberapa tahun ke depan lagi.
Kalau kita cermati sekarang, pengembangan industri dunia semakin berpusat pada industri telematika (telekomunikasi, media, dan informatika). Kita lihat berapa banyak pabrikan telepon selular mengeluarkan produk terbaru setiap minggunya, berapa banyak program aplikasi terbaru yang dipasarkan, situs-situs baru yang muncul di internet, dan ketersediaan informasi yang dapat kita peroleh (hampir) tiada batas baik melalui surat kabar, radio, televisi, dan internet. Oleh karena itu, negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Cina, dan yang lainnya terus melakukan terobosan dan inovasi terbaru dalam industri telematika. Negara-negara Asia lainnya seperti India, Vietnam, dan Malaysia juga berusaha keras merangsek masuk ke industri ini.
Lalu bagaimana dengan industri telematika di Indonesia? Sepertinya industri ini masih tetap kalah gaungnya dengan industri migas dan perkebunan di Indonesia. Padahal situasi dunia sudah mengarah kepada perkembangan industri telematika. Akankah Indonesia tertinggal 20 tahun lagi dari negara-negara maju dalam hal industri telematika karena kita terus berfokus kepada industri sumber daya alam yang suatu saat akan habis? Kita harap tidak demikian. Industri telematika di Indonesia tidak boleh diam dan hanya menjadi penonton saja.
Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang kompeten di bidang telematika. Apalagi ada banyak kabar yang membanggakan mengenai anak-anak bangsa yang tersebar di seluruh dunia yang menjadi profesional-profesional di bidang telematika. Jadi perihal sumber daya manusia dalam bidang telematika sebenarnya Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lainnya.
Mengapa industri-industri di Cina maju? Salah satu faktor pentingnya adalah karena mereka di dukung penuh oleh pemerintahnya, termasuk dalam hal permodalan. Untuk mencapai industri telematika nasional yang kokoh dan mandiri, pemerintah Indonesia diharapkan terus mendukung dalam hal pengembangan infrastuktur, sumber daya manusia, regulasi yang kondusif, dan pasar domestik yang berpihak pada industri dalam negeri.
Menko Prodis pernah mengungkapkan, pengembangan telematika Indonesia harus berangkat dan mengangkat kemampuan industri dalam negeri. Sedangkan pengembangan prasarananya harus ditekadkan menjadi pemicu industri perangkat keras telekomunikasi dan industri jasa penyedia jasa jaringan (Network Service Provider). Untuk kebutuhan perangkat keras dalam jumlah yang besar dengan tingkat kecanggihan terknologi yang terjangkau, harus didorong untuk dipasok oleh industri elekronika dalam negeri.
Industri telematika di Indonesia akan bersinar kalau ada kerja sama yang baik antara pemerintah, institusi pendidikan, dan para praktisi telematika. Kecintaan kita akan bangsa ini dapat kita tunjukkan dengan memajukan industri telematika di tanah sendiri, sebelum beranjak ke negara orang lain. Kalau mereka (negara-negara lain) bisa, mengapa kita tidak? MAJU TERUS PUTRA/I INDONESIA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! (Sangap_1308004)

No comments: